
Bahas Tiga RSNI, PSI Tanaman Pangan Gelar Ratek Kedua 2024
Pusat Standardisasi Instrumen Tanaman Pangan (PSITP) sebagai Sekretariat Komite Teknis (Komtek) 65-11 Tanaman Pangan menggelar rapat teknis (Ratek) kedua tahun 2024 untuk membahas tiga Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) yang diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) di BSIP Tanaman Pangan, Bogor, 14-15 Mei 2024.
Ketiga RSNI yang dibahas terdiri atas 2 RSNI adopsi identik Standar Internasional (ISO) yaitu RSNI2 Beras - Penentuan Potensi Rendemen Penggilingan dari Gabah dan Beras Pecah Kulit dan RSNI2 Beras - Penentuan Karakteristik Biometrik Butir Beras, berturut-turut merupakan adopsi identik dari ISO 6646:2011 Rice - Determination of the Potensial Milling Yield from Paddy and from Husked Rice dan ISO 11746:2020 Rice - Determination of Biometric Characteristic of Kernels. Adapun satu RSNI lainnya merupakan revisi RSNI Sistem Pertanian Organik (SPO) yang pembahasannya masih terus berlanjut.
Ratek dibuka oleh Kepala PSITP Dr. Ir. Priatna Sasmita yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya SNI yang akan dirumuskan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan dapat diterapkan oleh para pemangku yang membutuhkannya. Sementara itu, Nindya Malvins Trimadya, S.T.P., M.Si (Ketua Tim Pengembangan Standar Pertanian – Direktorat Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Penilaian Kesesuaian – BSN) mengingatkan bahwa karena 2 RSNI pada Ratek ini merupakan RSNI Adopsi Identik maka harus dipastikan keselarasannya dengan substansi teknis, struktur dan kalimat yang sesuai dengan yang terdapat dalam standar ISO acuannya, sehingga perubahan yang dimungkinkan hanya bersifat editorial.
Selama ratek berlangsung sejumlah saran dan perbaikan diberikan oleh Tim Komtek 65-11 Tanaman Pangan sebagai proses penyempurnaan RSNI, termasuk catatan editorial dan perbaikan terjemahan yang ditugaskan kepada tim konseptor RSNI dari Balai Besar Pengujian Standar Instrumen (BBPSI) Padi.
Sementara itu, untuk pembahasan terkait RSNI SPO difokuskan pada perkembangan isu-isu strategis terkait sistem pertanian organik ke depan yang diharapkan dapat membantu mengakselerasi finalisasi revisi RSNI tersebut.