
Kepala BSIP Dampingi Komisi IV untuk Bahas Penyelamatan Varietas Lokal Pandan Wangi
Dalam rangka mendukung pengembangan padi aromatik, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang kini bertransformasi menjadi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), telah melepas enam varietas padi aromatik yaitu Situ Patenggang, Gilirang, Sintanur, Inpari 23, Baroma, dan Arumba. Varietas-varietas tersebut telah mengalami perbaikan karakter seperti umur yang lebih genjah (113-120 HSS), potensi hasil yang relatif tinggi (6,0-10,6 t/ha GKG) dan adaptif pada lahan sawah irigasi dengan ketinggian 300-500 mdpl.
Penyelamatan varietas lokal ini perlu terus dilakukan dengan dibarengi upaya peningkatan nilai tambah dan daya saing sehingga pendapatan petani lebih meningkat ucap Plt. Kepala BSIP Prof Fadjry Djufry yang disampaikan pada saat mendampingi Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI sebanyak 18 orang ke Provinsi Jawa Barat. Kunjungan Komisi IV DPR RI dilakukan dalam rangka berdiskusi sekaligus membahas penyelamatan terhadap Varietas Unggul Padi Pandan Wangi dan ketersediaan pangan menghadapi El Nino Tahun 2023 di Kampung Budi Daya Pandan Wangi, Cianjur, Jawa Barat, Senin (17/07).
Lebih lanjut Plt. Kepala BSIP menjelaskan bahwa padi wangi (aromatik) merupakan padi spesifik lokasi. Kondisi spesifik ini tidak lepas dari sifat aromatik yang dihasilkan oleh senyawa volatil yang bersifat mudah menguap. Untuk menghasilkan karakter aromatik yang kuat, sejumlah faktor lingkungan seperti ketinggian, temperatur, dan intensitas penyinaran memegang peranan penting dan sangat menentukan. Oleh karenanya, padi aromatik/wangi pada umumnya bersifat sangat khas lokasi seperti Pandan Wangi Cianjur, Mentik Wangi Klaten, Mentik Wangi Susu Magelang, Genjah Arum Banyuwangi, dan masih banyak lagi varietas lokal lainnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI berpesan agar padi lokal serta kearifan lokalnya dapat dilestarikan. Lebih dari itu, ia berharap agar semua pihak turut ambil bagian dalam pengembangan padi Pandan Wangi Cianjur sehingga lebih menguntungkan melalui penambahan luas tanam dalam pola kawasan, peningkatan produksi dan kualitas, termasuk pemasarannya. Sementara itu, anggota Komisi IV lainnya juga berharap agar BSIP bisa memberi rekomendasi standar untuk menghasilkan beras Pandan Wangi sesuai permintaan pasar.
Selama di lokasi, juga dilakukan secara simbolis penanaman padi lokal Pandan Wangi di Kampung Budi Daya Padi Pandan Wangi Cianjur. Ikut mendampingi selama Kunjungan Kerja Tim Komisi IV DPR ini antara lain Bupati Cianjur, Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala BSIP Tanaman Pangan, Kepala BSIP Jawa Barat, Sesditjen Tanaman Pangan, Direktur lingkup Ditjen PSP, perwakilan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog serta pejabat terkait lainnya. (BP, HRY, Uje)