
Kick off Kerja Sama Rice Crop Manager Indonesia di Jawa Timur
Tim Layanan Konsultasi Padi (LKP) BSIP Tanaman Pangan bersama Tim LKP BSIP Jawa Timur lakukan kick off kerja sama Rice Crop Manager Indonesia melalui kegiatan Key Informant Interview (KII) dan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh penyuluh dan ketua kelompok tani padi di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (11/07).
Kegiatan FGD dilakukan untuk memahami kapasitas dan kendala yang dihadapi petani di lokasi dalam pemanfaatan alat pertanian digital seperti LKP. Lebih dari itu, tujuan lain dari pelaksanaan FGD ini adalah untuk menentukan berbagai aspek yang perlu diperbaiki untuk pemutakhiran aplikasi LKP. Adapun KII yang dilakukan terhadap penyuluh BPP Pakis, penyuluh swadaya, dan penyuluh BSIP Jawa Timur adalah untuk memperoleh masukan dan rekomendasi dalam menyusun strategi yang tepat sehingga akan mengakselerasi tingkat pemanfaatan aplikasi LKP.
Sementara itu, dilakukan pula supervisi implementasi LKP di lahan sawah irigasi, Desa Sukoanyar Kec. Pakis oleh kedua tim LKP pada Rabu (12/07). Suroto, petani kooperator, mengatakan bahwa mereka pada dasarnya sudah terbiasa menanam varietas Inpari 32 sejak tiga tahun lalu. Menurutnya, hasil yang diperoleh pun cukup baik dengan rata-rata 7 ton/ha GKP. Diharapkan dengan menerapkan standar pemupukan melalui aplikasi LKP dapat meningkatkan produksi padi yang ditanam. Informasi lainnya yang diperoleh dari Kepala BPP Kecamatan Pakis Yulaicha SP, petani terbiasa menanam padi satu hingga dua kali setahun. Pola tanam ini diselingi tanaman palawija (jagung dan ubi jalar) serta hortikultura (cabe rawit, kubis, tomat) karena posisi desa yang strategis dan tidak jauh dari kota Malang membuat petani desa Sukoanyar memiliki potensi pemasaran yang luas. Kegiatan supervisi dilakukan untuk memastikan kesesuaian lokasi dan penerapan teknis pada demplot LKP dapat terlaksana sesuai pedoman yang berlaku. Tak hanya itu, supervisi ini juga sebagai langkah antisipatif terhadap masalah yang berpotensi terjadi pada lahan sawah irigasi.