
Tajamkan Rancangan SNI Aneka Kacang untuk PNPS 2024
Dalam konteks perdagangan global, tuntutan akan jaminan mutu komoditas tanaman pangan menjadi suatu keniscayaan. Kompetisi yang terjadi pada tataran global atau pun pasar domestik sangat ditentukan oleh keunggulan yang dimiliki masing-masing produk. Apabila produk domestik kita ingin menembus pasar global, maka kesesuaian mutu komoditas yang dipersyaratkan oleh negara-negara tujuan mau tidak mau harus terpenuhi. Karenanya, untuk memperoleh komoditas pertanian berkualitas, tentunya harus melalui serangkaian proses berdasarkan suatu standar sehingga produk akhir yang dihasilkan bermutu tinggi dan berdaya saing global.
Terkait itu, BSIP Tanaman Pangan selaku Sekretariat Komite Teknis 65-11 Tanaman Pangan turut hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) penajaman terhadap konsep RSNI yang akan diusulkan menjadi Program Nasional Penyusunan Standar (PNPS) tahun 2024 di BSIP Tanaman Aneka Kacang (BSIP TAK), Malang (29/8). Dua konsep standar komoditas kacang tanah yang disusun oleh tim konseptor BSIP TAK adalah “Budidaya Kacang Tanah” dan “Produksi Benih Kacang Tanah”.
Saat pembukaan, Kepala BSIP TAK, Dr Titik Sundari, mengutarakan harapannya atas peran serta seluruh stakeholder untuk memberikan saran masukan demi kesempurnaan dan kemanfaatan dari konsep RSNI yang akan diusulkan. Sementara itu, diskusi yang dipandu oleh Prof. Agustina Asri Rahmiana ini berjalan dengan lancar hingga banyak hal yang menjadi perhatian dan masukan dari seluruh peserta. Berbagai usulan dan saran perbaikan mulai dari struktur penulisan, konsistensi, ketajaman substansi hingga kesesuaian dengan regulasi yang berlaku baik regulasi nasional maupun ketentuan skala global disampaikan oleh seluruh peserta diskusi. Sebagai tindak lanjut, BSIP TAK sebagai konseptor akan memperbaiki draft/konsep RSNI yang akan diusulkan ini.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait antara lain KLT BSN Jawa Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija Jawa Timur, PT Garuda Food Indonesia, PT Dua Kelinci, pelaku usaha kacang tanah Indah Berseri D.I. Yogyakarta, penangkar benih kacang tanah Tuban, serta anggota Komtek 65-11 Tanaman Pangan. (EP/HRY/NAS)